Selasa, 23 Februari 2010

Tips Praktis Rumah : Agar Rumah tidak Panas

Bagi anda yang hendak membangun rumah, ada baiknya merencanakan penataan sirkulasi udara sebaik mungkin pada bangunan rumah agar udara rumah tidak terasa gerah. Sebab sirkulasi udara sangat berpengaruh pada kenyamanan penghuni rumah, terlebih bila anda hendak menggunakan penghawaan alami pada bangunan rumah. Bila tidak, maka anda harus menyediakan pendingin ruangan / air conditioner supaya udara di dalam rumah tetap sejuk dan nyaman.

Sebagai sebuah negara di wilayah garis katulistiwa dan mendapat penyinaran matahari sepanjang tahun, cuaca di Indonesia memiliki karakter yang panas dan memiliki kelembaban tinggi. Nah, berikut ada sebuah sebuah artikel yang dikutip dari harian Republika Online berkaitan dengan penataan sirkulasi udara pada rumah. Selamat membaca.
 
Pernahkah Anda merasa kegerahan meski berada di rumah yang cukup luas? Bisa jadi, itu karena desain rumah yang salah sejak awal. Seharusnya, rumah di Indonesia dibangun dengan konsep tropis yang mementingkan sirkulasi udara. Banyak orang tidak menyukai rumah yang menghadap barat. Pancaran sinar mentari yang menjelang tenggelam memang membuat gerah mereka yang berada di dalam rumah. Tetapi, itu belum seberapa. Toh, cuma beberapa jam saja terkena panas sore.

Di Indonesia, rumah yang menghadap utara justru hunian yang paling ’sial’. Betapa tidak, rumah tersebut disengat mentari sepanjang hari. Rumah yang dari pagi sampai petang terkena sinar matahari tersebut harus disiasati agar tak terlalu panas. Bagaimana triknya?




Sirkulasi udara yang baik merupakan kunci untuk mendapatkan rumah yang tak pengap dan panas. Artinya, rumah harus memiliki bidang yang ada lubangnya. ”Arah bukaan hendaknya menyilang terhadap ruangan,” kata Ir Sulaiman Budhimulya.

Dulu, orang sering menyediakan ventilasi bawah yang berjarak sekitar 20 cm dari lantai. Belakangan, cara ini mulai ditinggalkan. ”Padahal secara prinsip, ventilasi bawah memang efektif. Udara panas didesak ke atas hingga penghuni rumah tidak terlalu gerah,” ungkap Sulaiman.

Ditinggalkannya ventilasi bawah, lanjut Sulaiman, didasarkan pada alasan khusus. Rumah-rumah di Indonesia kurang cocok memakai ventilasi bawah. ”Untuk aplikasi sekarang sulit. Soalnya, di sini banyak tikus. Kalau dipasang ventilasi bawah malah menjadi jalan masuk tikus. Repot jadinya.”

Masih menyangkut ventilasi, luas bidang bukaan juga mempengaruhi panas tidaknya ruangan. Luas ruangan harus dipertimbangkan saat akan membuat jendela dan kisi-kisinya. ”Ada hitung-hitungannya sesuai dengan volume ruang,” imbuh Sulaiman.

Bidang bukaan yang besar — seperti di rumah-rumah peninggalan Belanda — membuat udara di dalam ruang menjadi tidak terlampau panas. Setidaknya, hawanya nyaris sama dengan udara di luar. ”Jendela besar tetapi lubang ventilasinya kecil tak akan ada gunanya,” ujar Sulaiman.

Ketidakcermatan dalam penyediaan bidang bukaan otomatis juga akan mempengaruhi kelembaban ruang. Pada gudang, contohnya. Ruang gudang yang kerap dibuat tertutup rapat membuat perabot, perkakas, atau apapun yang disimpan di dalamnya mudah berjamur. ”Tidak adanya lubang udara membuat udara menjadi lembab dan jamur makin mudah tumbuh,” jelas arsitek yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat ini.

Ventilator
Selain itu, keberadaan ventilator di atap juga diperlukan untuk mengurangi panas ruang. Ventilator bekerja untuk memperlancar sirkulasi udara di bawah atap. ”Alat ini dipasang di atas plafon, di bawah atap,” kata Sulaiman. Alat pendingin ruangan sebetulnya bisa saja dipasang untuk menghilangkan hawa panas. Tetapi, itu bukan solusi paripurna. ”Ventilator tetap diperlukan pada ruangan ber-AC. Jika tidak, AC akan bekerja lebih berat. Soalnya, hawa atas ruang sangat panas,” papar Sulaiman.

Selain pemasangan AC, peletakan tanaman di dalam ruang juga dapat membantu penyegaran hawa dalam ruang. Oksigen yang dihasilkan dari proses fotosintesis pada tanaman dijamin membuat ruangan terasa lebih sejuk di siang hari. Tentunya, tanaman yang dipilih mestilah serasi dengan ruangan. Meski begitu, penempatan tanaman di dalam ruang juga bukan solusi. Tanaman pun tak bisa terlalu banyak dipajang di dalam rumah. Kalau terlampau banyak, ia tidak dapat tumbuh dengan baik.

Tanaman hias juga tidak disarankan untuk diletakkan di ruang yang gelap dan lembab. Untuk dapat tumbuh subur, tanaman memerlukan paparan sinar matahari dan udara. Jadi, pastikan rumah Anda memiliki jendela yang tembus cahaya dan memungkinkan udara bersirkulasi.

Alternatif lain ialah pemasangan exhaust fan. Tetapi, alat ini sifatnya sebatas mempercepat sirkulasi udara. ”Untuk menghindari panas dan pengapnya ruang prinsipnya ialah memperhatikan jalan keluar-masuknya udara. Jadi, exhaust fan saja tanpa ventilasi tak banyak membantu,” cetus Sulaiman.

Sementara itu, pemasangan pergola di luar ruang dianggap Sulaiman tidak begitu mempengaruhi suhu di dalam ruang. Pergola hanya akan memberikan keteduhan di bawahnya. ”Tidak lebih dari itu,” komentarnya.

Di masyarakat masih terdapat pemahaman yang salah tentang cara mendapatkan ruangan yang tidak panas. Mereka pikir, tingginya langit-langit akan berpengaruh. ”Rumah yang tingginya tujuh meter tetapi jendelanya ditutup tetap akan panas. Sebaliknya, rumah yang tingginya hanya tiga meter tetapi memiliki bukaan jendela di dua sisi pasti akan terasa lebih sejuk,” tandas Sulaiman.(rei)

Senin, 22 Februari 2010

IKLAN PROPERTI : dijual tanah dan rumah lokasi strategis di Mojokerto kota

Dijual cepat tanah dan rumah di jalan Prajurit Kulon Kota Mojokerto

Wilayah : Prajurit Kulon, Kota Mojokerto
Dijual : luas tanah ukuran 8.5mx52m (442 m2) beserta rumah kondisi tinggal finishing ukuran 6mx23m (138 m2)
Status : SHM
Harga : 230 juta (nego)
Fasilitas : Sudah ada jaringan Listrik dan Telepon, Jalan aspal hotmix mulus
Lokasi : Jalan Prajurit Kulon VI Kota Mojokerto
Data Lain : Lokasi strategis, sangat dekat dengan pusat bisnis kota Mojokerto, hanya sekitar 750 meter dari Mall Sanrio, 700 meter dari Stasiun Kota Mojokerto, cocok buat yang ingin bikin usaha kos-kosan, akses ke pusat kota sangat mudah karena jalan kaki saja sudah nyampe.
Kontak : Tunggal (081336090047/0321-6232208), cari pembeli serius/langsung, siapa cepat dia dapat.

Foto :
Status Update : tidak jadi dijual oleh pemiliknya

Tips Praktis Rumah : cara murah menambal atap dan talang seng yang bocor

Musim penghujan hampir selalu identik dengan penyakit kronis ‘atap bocor’ bagi sebagian besar penghuni rumah di negeri ini. Ini berarti musim panen bagi bapak-bapak tukang untuk job memperbaiki kebocoran rumah. Bila kebetulan atap rumah kita bocor tinggal panggil pak tukang, beli material, bayar ongkos dan selesai deh urusannya.

Namun buat sebagian saudara kita yang lagi pas-pasan duitnya, apakah ada cara murah buat mereka untuk menambal atap atau talang seng yang bocor? Jawabnya ada, asal mau untuk mengerjakannya sendiri (do it yourself). Murah dan mudah sekali caranya kok, yaitu dengan memanfaatkan styrofoam, alias gabus bekas pelindung alat elektronik (misalnya mesin cuci, televisi, kulkas, AC dan sebagainya) yang biasanya banyak dibuang di tempat-tempat sampah. Gratis kok, asal nggak malu buat memungutnya. Syukur-syukur kalo punya tetangga yang baru beli kulkas belum dibuang, jadi gak perlu nyari jauh-jauh...



Satu-satunya bahan yang musti beli adalah bensin sekitar seperempat botol. Itu lho bahan bakar minyak alias BBM yang biasa dijual buat sepeda motor atau mobil. Jika harga sebotol bensin eceran saat ini sekitar 5000 rupiah, jadi cuma butuh duit sekitar 2000 rupiah saja, karena sisanya masih bisa buat ngisi tangki motor, hehehe….


Langkah-langkahnya sebagai berikut :
1.Potong gabus styrofoam tadi menjadi ukuran potongan kecil-kecil, sekitar 10-20 cm.
2.Masukkan bensin kedalam kaleng bekas cat atau gelas bekas air mineral.
3.Masukkan potongan gabus kedalam bensin, aduk sampai larut sempurna.
4.Ambil lap kering, dan bersihkan lokasi yang bocor dari kotoran.
5.Tempelkan adonan tadi dengan kuas atau batang kayu hingga tertutup secara merata.
6.Biarkan kering dengan sendirinya.
7.Tunggu beberapa saat, dan sekarang adonan tersebut akan mengeras secara cepat seraya menutup atap atau talang seng yang bocor tersebut.

Memang daya tahan dari adonan tersebut tidak lama, paling sekitar 6 bulan sudah mulai retak akibat panas sinar matahari, tapi paling tidak selama musim hujan ini rumah sudah terbebas dari masalah atap bocor. Siapa tahu 6 bulan lagi sudah ada rezeki buat memperbaiki atap rumah yang bocor, kalo belum ada ya menjelang musim hujan tahun depan silahkan ditambal lagi dengan cara yang sama. Mudah dan murah kok, asal mau mengerjakannya sendiri.(hh)