Sabtu, 08 Januari 2011
Layout Ruangan
selanjutnya ...
Rabu, 26 November 2008
Desain Arsitektur, Produksi Bangunan, Analisa Harga Satuan dan RAB (Rencana Anggaran dan Biaya) - Suatu Pendekatan Mendasar
Biaya Desain Arsitektur
Biaya Desain adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen dalam jumlah tertentu yang telah disepakati sebagai imbalan atas jasa yang dilakukan oleh arsitek/perencana untuk membuat desain rumah atau bangunan arsitektur.
Penentuan besarnya biaya desain biasanya ditentukan oleh dua hal, yaitu :
Jika arsitek hanya membuat desain, maka besarnya fee desain = 3% dari Biaya Produksi Bangunan.
Contoh : Konsumen menginginkan desain rumah dengan luas bangunan 120 m2, diketahui biaya produksi bangunan (akan dibahas setelah ini) adalah sebesar 2.500.000/m2 , maka besar nya fee arsitek sebesar : 3% x (120 x 2.500.000) atau : (3 x 120 x 2.500.000)/100 = 9.000.000
Jika arsitek membuat desain sekaligus melakukan supervisi (melakukan pengawasan) atas pelaksanaan dan produksi bangunan tersebut, maka besarnya fee ditentukan berdasarkan persen/prosentase biaya produksi bangunan nya. Dalam hal ini besarnya fee sebesar : 5% sampai dengan 8% dari biaya produksi bangunan.
Contoh : Desain yang dibuat adalah rumah dengan luas bangunan 120 m2, diketahui biaya produksi bangunan (akan dibahas setelah ini) adalah sebesar 2.500.000/m2 , maka besarnya fee arsitek sebesar : 5% x (120 x 2.500.000) atau : (5 x 120 x 2.500.000)/100 = 15.000.000
Dengan dua contoh sistem pembayaran diatas, tentu anda harus bijak memilih manakah jenis pembayaran yang sesuai dengan budget/anggaran anda. Sehingga anda tidak perlu mengeluh tentang mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar jasa seorang arsitek (no offence yah ).
Biaya Produksi Bangunan
Biaya produksi bangunan adalah sejumlah dana yang dikeluarkan oleh konsumen untuk membeli dan membayar upah atas pekerja, pemborong/kontraktor, material, pajak (ppn) dan biaya-biaya lainnya.
Biaya produksi bangunan ini jika ditaksir besarnya berkisar antara : 2.500.000 sampai dengan 3.500.000 per meter persegi luas bangunan yang akan dibuat, tergantung dari jenis dan detail bangunan yang akan dibuat (sederhana, sedang, dan mewah).
Contoh : Anda akan membangun rumah seluas 120 m2 , maka besarnya biaya yang harus anda keluarkan untuk merealisasikan bangunan tersebut (membayar upah kerja, material, dsb) adalah sebesar : 120 m2 x 2.500.000 = 300.000.000. Harga tersebut belum termasuk fee kontraktor/pemborong (sebesar 10% dari Biaya produksi) , dan pajak (ppn).
Untuk mereduksi besarnya biaya yang harus anda keluarkan, anda bisa saja mengeliminasi fee kontraktor dengan cara melaksanakan sendiri rancangan bangunan yang telah didesain.
Contoh perhitungan ini dibuat berdasarkan asumsi bahwa anda telah memiliki lahan/tanah yang siap untuk digunakan, dan jenis/detail bangunan kategori middle end .
Mungkin beberapa dari anda bertanya, bagaimana detail perhitungan atau estimasi dari biaya produksi bangunan itu?
Detail estimasi dari biaya produksi itu nantinya akan dijabarkan lebih lanjut dalam perhitungan Analisa Harga Satuan (upah pekerja, material, alat, kontraktor/pemborong, dsb).
Hasil dari perhitungan Analisa Harga Satuan tersebut nantinya merupakan komponen-komponen biaya yang direkap/dijumlahkan dalam Rencana Anggaran dan Biaya.
Sekarang anda mungkin dapat menebak kira-kira berapa besar keuntungan yang didapatkan oleh developer real estate untuk 1 unit rumah yang dijual kepada pembeli. Atau bisa dibalik, berapa duit pembeli yang hilang akibat ketidak pahaman pembeli menaksir biaya rumah yang akan dibeli.
Tapi saya tidak menganjurkan anda untuk memprotes developer-developer tersebut. Karena walau bagaimanapun, developer juga menjalankan usaha, dan real estate/perumahan adalah bagian dari sebuah bisnis. Dan bisnis tentunya haruslah profit, anggap saja harga perumahan tersebut sebagai reward dari usaha developer untuk mencapai break event point atas modal atau modal yang telah mereka keluarkan (Saya tertawa ketika menulis bagian ini, seolah-olah saya ini seorang economist )
Sebelum anda memutuskan untuk membangun rumah idaman anda, saya sarankan anda berkonsultasi dahulu kepada arsitek yang anda percaya, anda tidak perlu khawatir akan dikenakan biaya, karena dalam hal konsultasi biasanya tidak dikenakan biaya apapaun.
Dari tulisan diatas bisa disimpulkan, ternyata biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar jasa arsitek sebenarnya tidak terlalu besar, sehingga anda sebagai calon konsumen tidak perlu takut untuk berhubungan dengan para professional yang berkompeten untuk mendesain rumah impian anda.
Penjelasan/perencanaan secara lengkap tentang biaya desain arsitektur, contoh desain, denah/layout dan tampak bangunan, biaya produksi, analisa harga satuan, dan RAB (Rencana Anggaran dan Biaya) dapat anda lihat pada artikel yang akan saya posting berikutnya.. So, keep your interest with this site…
Minggu, 10 Agustus 2008
HEBATNYA SEORANG ESTIMATOR
Membuat rumah tinggal memerlukan investasi dana yang tidak sedikit. Dibutuhkan rasa hati-hati mengelola bentuk investasi ini. Jika penanganannya tidak hati-hati, Rencana Anggaran Biaya (RAB) akan membengkak. Bukan investasi lagi yang didapat, malah membebani pengeluaran rutin sehari-hari. Hal ini bisa terjadi pada semua pembuatan rumah mulai dari yang paling sederhana sampai rumah mewah.
Oleh karena itu, agar tidak terjadi pembengkakan biaya, perlu dicermati apa saja yang menjadi penyebabnya. Salah satu penyebabnya adalah perhitungan volume yang kurang tepat & harga satuan material yang tidak mutakhir. Misalnya, perhitungan volume beton pengecoran yang kurang tepat. Parahnya lagi harga satuan besi yang dipakai tidak up to date. Belum lagi masalah alokasi tenaga kerja (kuli / tukang / mandor) yang tidak terserap alias boros. Ini fakta riil yang sering terjadi di lapangan. Dan masih banyak lagi jenis pekerjaan yang boros dalam anggaran.
Jelas pekerjaan ini tidak gampang. Di dunia teknik sipil pun dibutuhkan seorang profesi yang menangani pekerjaan ini. Dia adalah seorang estimator, yang dituntut dapat mengestimasi kebutuhan membangun rumah (proyek), sekaligus pengendaliannya. Khalayak umum lebih mengenal arsitek daripada seorang estimator. Padahal peran keduanya sama2 pentingnya, saling mendukung, bekerja berirama, dalam menciptakan rumah idaman yang sesuai anggaran (budget).
Tugas estimator tidak berhenti sebatas hitung-menghitung volume & update harga satuan. Tapi juga pengendalian seluruh aktivitas jalannya pembuatan rumah (proyek). Setiap berkala (mingguan) seorang estimator harus memberikan laporan kemajuan proyek (progress) beserta alokasi dana yang telah dikeluarkan. Dengan begitu kendali mutu, harga, dan waktu, sepenuhnya tetap terkontrol dan budget tetap terjaga.
Berikut keuntungan pemilik proyek menggunakan jasa estimator:
- Pemilik dapat mengetahui alokasi biaya per pekerjaan, per periode (berkala) selama berlangsungnya proyek.
- Pemilik dapat merancang pendanaan kapan pengeluaran hendak dikeluarkan.
- Pemilik dapat mengontrol kemajuan proyek (progress).
- Pemilik dapat mengetahui biaya yang layak bila ditenderkan kepada kontraktor.
