Kamis, 30 September 2010

Selamat Ulang Tahun Istriku...

Malam ini didalam lelap mu disana aku ditemani gemerlapnya bintang yang bersinar cinta, bulan yang tersenyum sayang  dan angin malam yang mendesir rindu. Wahai bintang, bulan dan angin bawalah salam cinta, sayang dan rindu ini dalam mimpi-mimpinya semoga embun pagi akan tersenyum ceria menyambut matahari dihari bahagiamu, maaf kalo dihari ulang tahunmu aku tidak bisa berada disisimu, namun lewat blog ini aku ingin mengucapkan: 

"Selamat ulang tahun istriku".  

Maaf tak ada yang dapat kuberikan sebagai hadiah dihari ini, Ya hanya sebuah untaian kata selamat ulang tahun yang dapat aku berikan untukmu.

Mengiringi usiamu yang terus  bertambah dari hari ke hari, ingatlah jatah hidupmu didunia telah berkurang satu tahun, namun jangan pernah takut usiamu berbambah dan jangan pernah khawatir kau dimakan usia karena kita semua pasti akan mengalaminya. Berbahagialah karena hari ini usiamu bertambah, itu berarti Allah SWT masih memberimu kesempatan untuk menambah bekal perjalanan panjang kita untuk bertemu dengan-Nya.
Hidup bersamaku sekarang ini mungkin belum bisa memberikan apa-apa untukmu, karena aku sadar aku sering sibuk dengan urusanku sendiri, Karena itu aku berterima kasih kepadamu karena telah bersabar menerima keadaan keluarga kita ini apa adanya. Hadiah ulang tahunmu kali ini masih sama saja seperti tahun-tahun kemarin, hanya do’a tulus ikhlas dari hati yang terdalam, semoga Allah SWT akan mengabulkannya.

Selamat Ulang Tahun Istriku, Hari ini semoga kau semakin dewasa dan semakin bijak menjadi orang tua, semakin sabar menghadapi anak dan suamimu ini yang sering membuatmu kesal dan marah bahkan tak jarang membuatmu menangis.

Selamat Ulang Tahun Istriku, semoga Allah selalu melimpahkan karunia-Nya padamu, melindungimu dari bahaya, memberimu kekuatan dan kesabaran dan Menunjukkanmu ke jalan yang lurus yang tidak membuatmu tersesat dalam hidup ini yang kelak mempertemukanmu dengan Sang Pencipta di Surga bersama suami dan anakmu. Amin.
Semoga doa yang pendek ini sudah cukup untukmu, Istriku…

Kamis, 23 September 2010

Tersenyum Menyambut Dunia

“Jika anda mampu untuk melihat masa lalu tanpa penyesalan. Jika anda mampu untuk menjalani masa kini dengan bahagia. Jika anda mampu untuk melihat masa depan tanpa rasa ragu. Maka anda telah menjadi pribadi yang utuh.” (Mario Teguh)

Awalnya saya membuat blog ini hanya ingin membahas tentang arsitektur, dan menulis tentang cerita kehidupan di blog yang lain, tapi saat menulis tulisan ini saya merasa kehidupan dan arsitektur tidak dapat dipisahkan, untuk itu biarlah blog ini menjadi sebuah catatan perjalanan hidup dalam pencarian makna dan tujuan kehidupan ini. 

Tak terasa sudah seminggu saya berada di kota ini, kota dimana saya sempat mengenyam pendidikan SLTP dan menghabiskan masa saat umur belasan tahun yang penuh dengan kenangan. Banyak perubahan memang semenjak daerah ini terpisah secara administratif dari propinsi Sulawesi Utara. Saat tiba di Gorontalo minggu yang lalu kebetulan saya diundang teman-teman alumni SMP N 1 Limboto untuk bersilaturahmi (hitung-hitung reunian kecil lah), sangat senang bisa jumpa dengan kawan-kawan lama dan berbagi cerita. Tak terasa waktu telah membawa kita ke keadaan yang sekarang, Terima kasih ya Allah Engkau telah menanugerahkan teman-teman yang baik disetiap episode kehidupan saya.

Mungkin karena pernah menghabiskan sebagian masa remaja di kota ini, sehingga setiap sudut kota terasa sangat akrab bagi saya. Masih tergambar jelas tempat-tempat dimana iPool kecil dan teman-temannya menghabiskan waktu melewati masa menjelang remajanya, dan itu semua akan menjadi sebuah catatan perjalanan hidup yang pendek dalam pencarian makna dan tujuan kehidupan ini.

Pekerjaan saya yang membawa saya kembali berada disini. Awalnya ada rasa kesunyian dan kekosongan jiwa saat kaki kembali menapak di kota ini, jauh dari sentuhan cinta dan pelukan manja anak dan istri.   Namun kesunyian ini yang membawa saya berfikir tentang perjalanan hidup yang telah saya jalani, sejauh mana saya telah menghayatinya, dan sejauh mana saya mengingatnya. Kisah ketika masa kecil, saat di bangku sekolah dan cerita disaat remaja. Banyak diantara perjalanan ini yang telah terlupakan, namun jejaknya masih tertinggal dan saat ini saya sedang mencoba mengumpulkan hikmah yang tercecer dalam perjalanan kehidupan ini untuk selalu tersenyum menyambut dunia.