Selasa, 30 November 2010

Tiga Keuntungan Arsitektur Rumah Sudut (Hoek)

Prinsip desain rumah sudut (hoek) atau rumah pojok. Memiliki rumah sendiri itu idaman setiap orang. Apalagi kalau lokasinya ada di hook. Wow, itu berkah yang amat patut disyukuri. Karena banyak keuntungan bisa dinikmati. Setidaknya ada 3 (tiga) keuntungan.

Maka tak heran pula bila harga rumah tinggal/kavling di hoek jadi lebih tinggi dibandingkan dengan yang posisinya berada diapit rumah-rumah lain. Meskipun ukurannya sama.

Sekiranya dana Anda memadai, tak ada salahnya bila Anda memburu rumah tinggail /kavling di hoek. Tapi sebenarnya apa sih yang membuat orang begitu mengidamkan bisa membangun/membeli rumah sudut?

Inti jawabannya sudah saya kemukakan di bagian awal. Baik dari segi tersedianya tambahan lahan (dalam konteks perumahan/cluster), kekayaan penampilan rumah maupun optimalisasi sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Sambil menyimak beberapa gambar gambar rumah tinggal berikut, akan saya uraikan kelebihan tersebut satu per satu.

Tambahan lahan. Di lingkungan perumahan atau cluster, ukuran rumah-rumah tinggal pada setiap blok sama besarnya. Termasuk rumah tinggal yang ada hoek. Tapi rumah di hoek berada di atas tanah yang lebih luas. Ini karena adanya ketentuan Garis Sempadan Bangunan (GSB) atau Garis Muka Rumah (GMR). GSB merujuk pada batas dinding terdepan rumah tinggal pada sebuah persil. GSB/GMR ini berhubungan pula dengan GSJ atau Garis Sempadan Jalan yaitu batas pekarangan terdepan atau batas terdepan pagar.

Dengan adanya GSB dan GSJ ini terciptalah lahan/ruang terbuka antara dinding dan pagar rumah. Alias tak boleh diisi bangunan masif. Teras, carport, bambu atau gazebo sebagai pelengkap design taman samping rumah tentu boleh-boleh saja. Kelompok terakhir ini tak termasuk bangunan masif.

Kekayaan penampilan rumah. Istilah kekayaan di sini tak lantas berarti mewah. Maksudnya lebih kepada kemungkinan menjadikan rumah tinggal dengan dua fasade. Oleh karenanya, disain fasad pun bisa dibuat amat dinamis dan variatif namun tetap mengalir. Termasuk kalau mau desain rumah minimalis. Bahkan dengan bahan yang sederhana sekalipun. Dua fasad umumnya juga berarti dua pintu masuk rumah.

Sekadar pengetahuan, rumah lebih dari satu pintu disebut rumah tinggal majemuk. Untuk akses keluar masuk pekarangan rumah, pintu pagar rumah hook biasanya juga ada dua buah.

Buat Anda yang percaya Fengshui, konon pintu pagar sebaiknya satu saja. kalau terpaksa harus dua, sebaiknya berada di sisi yang berbeda. Pintu yang kedua kecil saja. Dan difungsikan sebagai pintu darurat. Dan pintu yang lebih besar harus berhadapan dengan langsung dengan pintu utama rumah tinggal. Dua pintu pagar dapat dipakai untuk memberi keleluasaan akses ke sisi rumah yang Anda siapkan untuk fungsi yang berbeda.

Optimalisasi sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Dari segi fungsi, dua fasade rumah erat berkait dengan urusan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang lebih optimal. Kata lainnya, keistimewaan yang dimiliki rumah di hoek sebaiknya diikuti pula dengan membuat banyak bukaan. Baik pintu lipat, jendela ataupun jaluzi.

Terakhir, tetap harus saya katakan membangun desain rumah di hoek punya implikasi biaya yang lebih besar. Tapi rasanya hal itu sepadan dengan berbagai kelebihan yang kita nikmati. Apalagi rumah sudut memiliki nilai tambah yang lumayan bila kita berpikir untuk menjualnya kembali.


(sumber: www.annahape.com)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar