Sabtu, 25 Desember 2010

Membuat Dapur Kayu Lebih Fungsional

Memasak memang kegiatan utama di dapur. Namun ternyata tidak hanya makanan saja yang bias diolah di dapur. Cerita baru, inspirasi baru, bahkan interaksi seru dengan anggota keluarga dan kerabat bias dilakukan di dapur.

Bagaimana caranya aktivitas tersebut menjadi lebih terasa? Perhatian terhadap detail fungsi dapur adalah jawabannya.

Secara umum, dapur terbagi menjadi empat area. Area tersebut, yaitu area menyimpan (storage), memasak, mencuci, dan mempersiapkan masakan. Namun pada zaman yang serba kompak, dapur dituntut untuk mampu menampung aktivitas dan volume barang yang banyak. Maka muncullah produk-produk dapur yang mendukung tuntutan tersebut. Diantaranya adalah system storage yang terpadu dengan kabinet-kabinet dapur, system buka tutup kabinet yang semakin variatif, dan teknologi bahan kayu yang bias memaksimalkan detail karakter material kayu.

Material kayu semakin mudah diolah. Kayu kamper Samarinda, kayu jati, atau material komposit berbentuk kayu, dapat dipadupadankan dengan sistem storage, sehingga tercipta ruang-ruang yang lebih kompak dan memaksimalkan volume penyimpanan. Dulu, ruang-ruang di area sudut susah dimanfaatkan. Namun sekarang menjadi lebih mudah karena ada rak kabinet khusus untuk area sudut.

Begitu pula dengan daya tahan kayu. Lebih banyak pilihan untuk meningkatkan keawetan kayu ini. Dari penggunaan teknologi anti rayap, sistem pengeringan yang canggih, hingga olahan material, dapat dilakukan. Olahan material komposit pendukung dapur pun semakin hari semakin ringan. Hal itu tentunya meringankan beban struktur kayu. Kayu tidak gampang melenting akibat tekanan. Umur dapur pun bisa semakin tahan lama. 

Perabot Pendukung Material Kayu

Fungsi dapur memang terkait langsung dengan perangkat dan perabotnya. Namun ingat, desain pun menjadi penting sewaktu perangkat itu di padupadankan dengan kabinet dapur berbahan kayu. Lalu apa yang bisa dilakukan?
  • Pastikan keperluan kabinet, sehingga Anda mendapatkan gambaran ukuran perangkat dan perabot yang diperlukan. Misalnya, desain kabinet tertentu diperuntukan sebagai wadah piring, maka pastikan ukuran kabinet sesuai dengan ukuran perangkat rak piring built-in yang ada di pasaran.
  • Rencanakan penggunaan merek perangkat dan perabot dapur sejak awal. Lakukan survey di pasar untuk mengetahui kebutuhan perabot yang cocok di dapur Anda. Mintalah brosur produk yang memperlihatkan spesifikasi dan ukurannya. Hal ini penting untuk menyelaraskan perangkat dan perabot dengan desain dapur kita.
  • Perangkat dapur memerlukan perawatan. Pastikan desain dapur memudahkan untuk aktivitas perawatan itu. Gunakan desain yang memudahkan untuk melepas dan memasang perangkat tersebut pada material dapur, tanpa menimbulkan kerusakan, seperti kayu terkelupas atau rusak akibat terlalu kerasnya pemasangan baut.

Tips untuk Anda
  • Pilihlah material kayu yang telah di keringkan. Gunakan antirayap. Kayu kering bias mengurangi berat kayu dan tak mudah berubah bentuk.
  • Saat Anda memilih menggunakan kayu seken dari pintu, kusen, atau olahan furniture yang memilki kayu berkualitas baik (jati, merbau, atau kamper), pilihlah bagian yang tidak terkena tekanan akibat gaya tekan dari struktur. Hal ini untuk mencegah kayu susah diolah dan dibentuk.
  • Kayu memerlukan perawatan, khususnya bagian yang sering terkena air. Melapis kayu dengan material tahan air sebaiknya dilakukan pada awal pembuatan, sehingga kekeringan kayu tetap terjaga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar