Jumat, 21 Januari 2011

Memilih Pintu yang Tepat


Pintu salah satu elemen penting dalam rumah. Perlu pertimbangan artistik yang mendalam untuk membentuknya.

Bentuk pintu mencerminkan kepribadian si pemilik rumah. Pilihlah pintu yang tepat agar tamu Anda merasa hangat meski baru berdiri di depan rumah.

Memilih pintu hunian tidak semudah memilih furnitur lain. Memang, biasanya pemilihan pintu dianggap nomor kesekian pada penampilan rumah. Padahal jika Pintu tidak pas dengan gaya rumah, tak hanya merusak keindahan, namun juga keseluruhan keindahan rumah.

Pintu adalah bagian yang pertamakali dilihat tamu, karena letaknya di depan rumah. Tidak heran, jika pintu juga kerap dianggap bagian yang paling eye cathing. Pada perkembangannya pintu mengalami banyak kemajuan, baik dari segi komponen, juga panel dan lubang angin.


Warna Warni Pintu

Dalam memilih pintu agar cocok terhadap rumah dan konsepnya tentu harus disesuaikan dengan gaya ruangan serta jiwa dari rumah itu sendiri.

Misalnya, pintu gaya klasik yang dikombinasikan dengan lubang angin tentu tak sedap dipandang mata. Atau pintu modern bergaya utilitarian yang akan terlihat salah bila tidak cocok dengan keseluruhan detail interior.

Meski memiliki kualitas wahid, pintu plang yang keras juga akan terlihat mengganggu dalam rumah yang bergaya elegan. Sama halnya dengan pintu yang bergaya abad ke-18 dalam sebuah rumah bergaya pedesaan. Kendati dirancang dengan proporsi yang baik, pintu jenis ini malah akan terlihat angkuh dalam rumah yang bergaya sederhana tadi.

Pemilihan warna juga harus diperhatikan agar tampil cocok dengan pintu rumah Anda dan sebaiknya pemilihannya juga harus mendapat perhatian khusus. Oleh karena itu warna pintu rumah sebaiknya disesuaikan dengan konsep rumah Anda.

Untuk rumah bergaya klasik, warna yang cocok adalah putih, hitam, hijau tua, biru tua, dan burgundi. Sementara untuk rumah bergaya modern, warna-warna teranglah yang lebih cocok.

Dengan banyaknya kekeliruan dalam pemilihan jenis pintu, tak heran bila banyak hal yang harus dipertimbangkan. Salah satunya yang harus mendapat perhatian lebih adalah penggunaan kenop maupun pengetuk pintu.

Jangan sampai Anda salah memilih pengetuk besi untuk pintu berpanel yang dicat. Karena bagaimanapun juga pintu yang tidak cocok bukan hanya merusak keindahan suatu ruangan, namun juga keseluruhan keindahan hunian itu sendiri.

Pintu Kamar Mandi

Kamar mandi dilihat dari kondisinya terdiri dari dua kategori yaitu kamar mandi kering dan kamar mandi basah. Selain itu, juga umum dibuat kamar mandi bergandengan dengan WC dalam satu areal (ruang) demi alasan kepraktisan, efisiensi, ataupun lantaran keterbatasan lahan.

Kamar mandi kering dirancang untuk pola mandi yang bernuansa eksklusif. Di dalam zona pribadi ini biasanya tersedia bathtub, wastafel (dilengkapi meja rias), kloset duduk, dan berbagai aksesori modern lainnya.

Sesuai dengan namanya, dalam sebuah kamar mandi kering tidak akan ditemui ceceran atau genangan air di permukaan lantainya karena pola mandi yang dilakukan adalah berendam di dalam bathtub. Meskipun tak jarang di dalam kamar mandi kering masih dilengkapi dengan ruang shower.

Kamar mandi basah lebih akseptabel terhadap pola mandi apa pun, baik itu cara mandi "byar-byur" memakai gayung ataupun yang menggunakan selang shower.


Pintu Kamar Mandi


• Pintu dengan Panel Kayu

Kamar mandi basah memiliki persoalan tersendiri, misalnya pada perawatan daun pintu dan kusen kamar mandi yang terbuat dari bahan kayu.

Air yang bercipratan ke mana-mana membuat pintu kamar mandi tak luput dari guyuran air setiap harinya. Siraman air yang terus-menerus sudah pasti akan merusak daun pintu, menyebabkan lapuk dan rusak.

Memang benar lapisan cat, duco, melamin, ataupun pelitur dapat melindungi pintu panel kamar mandi dari guyuran air, namun itu hanya bersifat sementara. Secara perlahan tapi pasti pintu panel dan pasangan kusennya akan melapuk dan hancur. Biasanya diawali dari bagian bawah sebagai tempat paling lama mengalami kebasahan (tempat mengumpulnya tetesan air).

Jika sudah demikian, tak ada jalan lain kecuali mengganti pintu panel dan kusennya dengan yang baru. Maka jangan mengganti yang baru dengan pintu panel kayu.

Dapat dikatakan pintu panel kayu bukan material yang ideal untuk pintu kamar mandi basah.

• Pintu Panel Aluminium

Ada beberapa macam material atau bahan dasar dalam pembuatan pintu panel yang tahan air (water resistant), salah satu di antaranya adalah aluminium. Selain tahan terhadap air, aluminium juga merupakan material yang antikorosi (karat).

Memiliki dua macam warna dasar utama (coklat dan kelabu), aluminium dapat dibuat menjadi pintu panel dan kusen dengan sistem rakitan yang praktis.

Meskipun pintu panel aluminium dapat didesain dengan berbagai model, namun sayang kesan yang ditampilkan material ini kaku dan membosankan, dan juga sering kali tidak selaras dengan tema rumah- rumah di kawasan tropis yang banyak menggunakan kayu.

Kelemahan lain dari pintu aluminium adalah kekokohannya yang mudah berubah akibat keliman yang lepas atau mengendor dan juga suara berisik yang kadang ditimbulkan saat buka-tutup jika presisi pintu berubah.


• Pintu Panel Vinil

Pintu panel vinil adalah pintu yang keseluruhan body-nya dari bahan vinil, semacam plastik/ PVC, yang diproduksi dengan sistem moulding. Dengan rancangan "penulangan" yang berongga-rongga, pintu ini lumayan kuat dan dijamin tahan air.

Adapun untuk memberi tampilan yang lebih artistik dan variatif, kedua permukaan (cover) daun pintu dapat ditambahkan lapisan lembaran tipis serupa tacon yang dilekatkan dengan teknik pengeleman.

Dibandingkan dengan pintu kayu dan pintu aluminium, pintu panel vinil lebih elegan dan eksklusif. Maka, pintu panel vinil pun kini marak digunakan pada berbagai bangunan, seperti rumah tinggal, hotel, apartemen, rumah sakit, dan bangunan komersial lainnya.

Tampilannya juga dapat dikombinasi dengan daun pintu yang sesuai dengan selera dan warna yang diinginkan, misalnya motif urat kayu, polos ataupun motif tekstur lainnya. Baik yang permukaannya mengilap serupa sentuhan melamin maupun yang mat (dof).

Pintu panel vinil ini yang sudah umum digunakan di luar negeri tidak hanya ditempatkan di kamar mandi melainkan dapat pula dipasang pada kamar tidur, ruang baca, dapur dan berbagai ruang lainnya.

Harganya pun relatif murah sebab tidak lagi memerlukan finishing seperti pada pintu panel kayu yang masih harus dimelamin atau diduco, yang biayanya tentu tidak kecil. Dan juga perawatannya sangat mudah karena tinggal mengelap.

Adapun kelemahan dari pintu vinil ini adalah lapisan cover pintu panel yang hanya rekatan di kedua permukaannya, yang semula dimaksudkan untuk mengoptimalkan keindahan penampilan pintu tersebut.

Apabila lapisan tersebut sobek atau "terluka", cipratan air akan merembes ke bawah lapisan dan merusak lem perekat di bawahnya yang pada akhirnya mengakibatkan lepasnya lembar pelapis.

Kekurangan utama lainnya adalah ketidakmampuan pintu panel ini menahan terpaan terik sinar Matahari. Meskipun pintu vinil ini boleh dipasangkan pada berbagai ruang selain kamar mandi, sebaiknya pemasangannya hanya pada areal interior saja yang tidak berhubungan langsung dengan sinar Matahari.

Selain dapat mengakibatkan perubahan bentuk (merenggang dan terpuntir), sinar Matahari dapat memudarkan warna lapisan cover-nya yang memang tidak seawet warna cat atau warna aluminium yang sangat permanen.

Apa pun yang akan dipilih, sebaiknya tidak membiarkan begitu saja kusen (kayu) pintu kamar mandi yang rusak. Mengganti sebagian kaki kusen dengan cara "mengamputasi" tidak sekali-kali dibenarkan oleh aturan fengsui karena dapat mengundang berbagai malapetaka.

(Sumber : www.tabloit-wanita-indonesia.co)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar